Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2023

Strategi Pemasaran Buku yang Efektif

 


Strategi Pemasaran Buku yang Efektif

 

 

Tujuan menulis adalah untuk menghasilkan karya buku yang akan disajikan pada para pembaca. Ya, Buku merupakan muara akhir dari sebuah proses penulisan. tetapi setelahnya mungkin diantara kita masih bingung bagaimana cara memasarkan buku yang sudah di cetak.

 

Karena itulah, otomatis kita harus paham sajian yang diminati oleh masyarakat. Tidak mudah membidik selera konsumen dari berbagai kalangan. Ada strategi khusus yang harus dilakukan agar buku yang kita tulis benar-benar dinikmati sebagai menu yang sangat dibutuhkan.

 

Maka, Pemasaran Buku menjadi sebuah judul materi yang menggelitik, layak kita simak dan kuasai. Rabu (22/2) malam hadir dalam pertemuan ke-20 KBMN, seorang narsum hebat yang sudah berkecimpung dan berpengalaman lebih dari 18 tahun dalam penerbitan buku, Bapak Agust. Subardana S.E., M.M, Direktur dan Marketing penerbit ANDI, berkenan membagikan pengalamannya tentang Strategi Pemasaran Buku yang Efektif.

 

Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak – anak sebaiknya  diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku.

 

Dan dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku. 

 

Sementara itu dalam rangka mempertahankan Industri Penerbitan Buku, supaya tetap terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal diperlukan  sebuah strategi pemasaran yang efektif.   

 

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik. Mengapa demikian, hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang diterbitkan tersebut dikelompokkan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku (Kategori buku anak, buku bisnis, buku pertanian, buku fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks, dll ). Nah, dari jenis – jenis katagori buku tersebut dilakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan. 

 

Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis, sehingga strategi pemasaran di pengaruhi oleh faktor yang meliputi:

1.    Faktor Mikro, yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2.    Faktor Makro, yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya. 

 

ANDI Offset sebagai sebuah perusahaan penerbit buku dengan usia mencapai 43 tahun, dan telah menerbitkan buku lebih dari 20.000 judul buku memiliki strategi pemasaran buku yang dipetakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu Strategi Pemasaran Buku serangan Udara dan strategi pemasaran buku serangan Darat, dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas. 

 

Dua strategi tersebut dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut : 

A  Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara (On Line) 

Saat terjadi pendemi Covid 19 melanda dunia, dunia bisnis penerbitan pun harus bisa mengikuti perkembangan era digital seperti sekarang ini, karena bisnis tidak akan bisa survive jika tidak mengikuti kemajuan zaman dan juga keinginan customer maka akan dipastikan usaha tidak sebaik sebelum pandemi. 

Adanya internet membawa perkembangan yang signifikan bagi kehidupan kita. Karena itu penerbit ANDI pun saat ini menggarap pasar dengan bisnis online, menggunakan teknik pemasaran terkini yaitu Digital marketing, sebuah teknik memasarkan produk atau jasa dengan mengandalkan media online atau internet. 

 

Jenis-jenis digital marketing yang diterapkan di Penerbit ANDI Offset terapkan antara lain :

1.       Content marketing adalah salah satu jenis digital marketing yang berfokus pada pembuatan dan pendistribusian konten untuk target pasar tertentu. Tujuannya adalah untuk menarik aksi menguntungkan dari calon pembeli potensial. Ada banyak pilihan content marketing mulai dari blog, podcast, infografik, dan lainnya.

2.       Search Engine Optimization (SEO). SEO bisa menjadi strategi menarik pengguna internet untuk mengunjungi website Penerbit Andi Offset (andipublisher.com) dan kemudian membeli produk yang kita tawarkan.

3.       Search Engine Marketing (SEM) merupakan upaya untuk mengoptimasi website di mesin pencari, Search Engine Marketing (SEM) merupakan strategi pemasaran digital yang bertujuan meningkatkan visibilitas website di hasil pencarian mesin pencari atau yang dikenal dengan istilah SERP.

4.       Social Media Marketing (SMM) memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk promosi dan pemasaran suatu brand. Kita bisa menerapkan social media marketing di beberapa platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Tiktok dan lainnya.

Kadang - kadang supaya lebih menarik, salah satu metode promosi jualan online yang sering dilakukan oleh pedagang adalah dengan membuat pantun jualan. Pantun sebagai sarana promosi jualan online juga sangat ampuh untuk menarik calon konsumen, khususnya anak muda. Apalagi, hampir semua orang saat ini sudah sangat fasih menggunakan media sosial sehingga pemasarannya jauh lebih mudah.

 

Contoh pantun jualan di Media Sosial supaya menarik perhatian:

Ø Pantun 1:

Di taman ada banyak kumbang

Di kali banyak buaya

Janganlah ragu ataupun bimbang

Toko online ini bisa dipercaya

Ø Pantun 2 :

Liburan ke pulau Bali

Jangan lupa datang ke pantai Dewata

Ayo beli di toko online kami

Barangnya cuma setengah harga

Ø Pantun 3 :

Kamu jadian sama si dia

Padahal aku sudah menyukaimu

Kita toko online terpercaya

Siap menjual barang paling bermutu

 

Strategi selanjutnya

5.       Email Marketing. Strategi marketing yang satu ini menggunakan media email untuk bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.

6.       Instant messaging marketing bisa menjadi pertimbangan kami saat hendak melakukan promosi dan pemasaran produk secara online. Ini merupakan tren komunikasi masa kini, di mana kami bisa memanfaatkan penggunaan Whatsapp, Facebook Messenger, WeChat, dan platform messenger lainnya.

7.       Influencer Marketing. Kehadiran influencer membawa pengaruh besar pada para fans dan pengikutnya. Orang-orang akan lebih tertarik menggunakan barang yang digunakan atau ditawarkan oleh seorang influencer.

8.       Video marketing untuk melengkapi strategi pemasaran digital yang sedang dijalankan. Video menjadi salah satu media yang bisa kami gunakan untuk tujuan promosi dan pemasaran.

9.       Penerbit Andi Offset mempunyai Chanel TV Youtube Nama Chanel Youtube TV. ANDI AKADEMI, Pemasaran melalui channel Youtube, juga dinilai sangat efektif karena orang-orang menghabiskan waktu yang lumayan lama di HP android. Saat ini bahkan kita bisa menonton acara secara online melalui layanan live streaming.

 

Untuk penjualan buku lewat online ini kita harus terus proaktif untuk terus promosi, supaya kita dapat:

v Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial.

v Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah sehingga kesetiaan konsumen terjaga.

v Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu.

v Menaikkan penjualan dan profit.

v Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing.

v Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.

v Mengubah tingkah laku, persepsi dan pendapat konsumen.

 

Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi, maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku. Penjualan lewat komunitas akan lebih efektif dan efisien sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktif komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

Contoh: Komunitas Arisan, Komunitas Guru, Pelajar, Mahasiswa, dll.

 

B.    Strategi pemasaran buku serangan Darat (OFFLINE)

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku, kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Penerbit Andi telah mempunyai 43 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang dituju, antara lain:

1.    Toko Buku

Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri, sebagian besar sebagai pemasok toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku, maka penerbit perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini dipetakan menjadi tiga jenis yaitu: Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional. 

Kenapa penerbit perlu petakan jenis toko buku tersebut? Karena tiap jenis toko buku tersebut mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda.

Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store, dan TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem sentralisasi dan sebagainya.

Adapun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko. Sedangkan toko tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual.

Untuk itu, saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para penerbit buku dengan sistem titip jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.

Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu dilakukan, antara lain:

o  Menguasai display buku, supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol.

o  Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner

o  Mengadakan Bedah Buku, Talkshow dan potongan harga pada buku tertentu atau periode tertentu.

o  Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadan, program TAB, program TAM, dll.)

o  Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan, kuncinya kita proaktif komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.

Contoh display buku yang menarik, promo display buku di toko, promo diskon.

2.    Direct Selling / Kunjungan Langsung

Pemasaran buku melalui direct selling ini dipetakan berdasarkan jenis katagori buku yang diterbitkan. Jenis kategori buku penjualan lewat direct selling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu:

·     Buku Pendidikan (buku mata pelajaran utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

·     Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah.

·     Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK, Perguruan Tinggi dan umum.

Dengan pemetaan jenis kategori tersebut di atas, maka penerbit sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .

Tugas tenaga penjual / sales tersebut kita beri tanggung jawab target sesuai maping areanya masing-masing yang bertugas:

o  Kunjungan langsung ke tiap sekolah

o  Kunjungan langsung ke setiap kampus

o  Kunjungan langsung ke setiap perpustakaan sekolah, perpustakaan kampus, perpustakaan daerah dll.

o  Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak internal sekolah, kampus, perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat.

 

3.    Melakukan Event-event

Aktif dalam melakukan event-event seperti event pameran buku, dalam seminar, workshop, tryout, dan sebagainya.

 

 

Pantun Penutup

 

Manis kehidupan adalah rupa ujian.

Hatilah yang harus selalu sadar menempatkan.

Jenis tulisan adalah cara penyampaian.

Pilihlah yang membuatmu merasa nyaman

 

Mengais pinta kadang terasa naif.

Memelas ampunan sering hanya saat diuji saja.

Menulis adalah tindakan kreatif.

Kreativitas adalah proses panjang bak menempa baja.


Puspitasari Megahana
Peserta KBMN angkatan 28
Pertemuan ke-20
Rabu, 22 Februari 2023
Tema: Pemasaran Buku

Narasumber: Agus Subardana, S.E., M.M.

Moderator: Purbaniasita, S.Pd.

Minggu, 12 Februari 2023

Menulis Buku Nonfiksi

 Menulis Buku Nonfiksi


Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Bagaimana kabarnya teman-teman blog? Semoga nikmat kesehatan selalu tercurahkan untuk kita semua. Aamiin Allahumma Aamiin.

Tidak terasa kita telah memasuki pertemuan ke-14 dari 30 pertemuan. Energi positif saling belajar dan antusias dari peserta KBMN 28 sangat luar biasa. Kepintaran dalam mengemas isi buku tentu menjadi poin penting,  bertujuan agar buku yang dihasilkan menjadi bermakna di setiap lembarannya. Apa yang kita tulis akan menjadi pengukir sejarah dan warisan anak cucu.

Jika kita berbicara tentang buku,  maka penulis harus mengetahui bagaimana konsep buku yang akan ditulis. Selain memiliki tujuan dan manfaat,  konsep buku juga menjadi strong why penulis agar karya buku yang sedang digarap bisa tuntas baik berupa buku fiksi maupun buku nonfiksi. Jadi bagi seorang penulis mengetahui konsep buku sangat penting karena berkaitan dengan pola yang akan memudahkan proses penulisan buku. Hal ini juga agar kita terhindar dari kemandekan ide atau bahasa kerennya terhindar dari virus writer's block.

Nah..  pada pertemuan ini kita akan mengupas materi tentang Konsep Buku Nonfiksi bersama Ibu Musiin, M.Pd. Sekilas info tentang narasumber kita pada malam ini. Bu Musiin atau akrab dipanggil Bu Iin merupakan guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan, Kediri. Kelahiran Kota Tahu Takwa, Kediri. Bu Iin juga merupakan peserta KBMN gelombang 8 yang berhasil duet dengan Prof. Eko Indrajit. Karya buku mayor beliau berjudul “Literasi Digital Nusantara Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda Melalui Literasi”.

Selain menjadi penulis, beliau juga Founder Organisasi Swadaya Masyarakat YAPSI dan juga Founder PT In Jaya. Kemudian juga tidak kalah hebatnya, alumni IKIP Negeri Malang ini juga berhasil menempuh Short Course di SEAMEO RELC di Singapura pada tahun 2015. Karya tulis beliau juga tak kalah banyaknya.

Teman-teman, moderator kita adalah ibu Yandri Novita Sari yang akan membersamai kelas ini. Beliau berasal dari Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Pesisir Selatan. Alumni peserta di KBMN gelombang 25-26.

Motivasi:

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” -Pramodya Ananta Toer-

Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah!”. -Imam Al Gazali-

Is there a book inside you? Writing alone or with a collaborator.” -Dan Poynter & Mindy Ringham-

 

Pengertian Tulisan Nonfiksi:

Tulisan nonfiksi adalah karya tulisan yang bersifat baku dan berdasarkan fakta. Tulisan yang memberikan informasi tentang fenomene-fenomena actual yang terjadi yang dapat dibuktikan sumber kebenarannya dengan empirik.

1.       Berisi penjelasan tentang suatu hal atau objek tertentu yang faktual.

2.       Objektivitas yang tinggi dan berusaha menarik serta menggugah nalar pembaca.

3.       Bahasa bersifat denotatif.

4.       Penjelasan berupa fakta/gagasan (tabel, infografis, diagram).

Tulisan ini bersifat objektif dan berbasis data dan fakta. Bahasa yang digunakan juga bersifat denotatif, apa adanya.

Jenis-jenis Tulisan Nonfiksi:

1.    Biografi

2.    Esai

3.    Makalah

4.    Artikel

5.    Karya Tulis Ilmiah

6.    Buku Nonfiksi

Ketakutan yang kita rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:

1.    Takut tidak ada yang membaca.

2.    Takut ssalah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.

3.    Merasa karya orang lain lebih bagus.

Pola Penulisan Buku Nonfiksi:

v Pola Hierarkis

Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit.

Contoh: Buku pelajaran

v Pola Prosedural

Buku disusun berdasarkan urutan proses

Contoh: Buku panduan

v Pola Klaster

v Buku disusun secara per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara.

Proses penulisan buku nonfiksi terdiri dari 5 langkah, yakni:

1.    Pratulis

a.     Menentukan tema

Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll. Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya

ü Pengalaman pribadi

ü Pengalaman orang lain

ü Berita di media massa

ü Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram

ü Imajinasi

ü Mengamati lingkungan

ü Perenungan

ü Membaca buku

ü Survey

ü Wawancara

Artinya, kita tidak akan bisa menulis dengan bagus, jika kita tidak pernah membaca dan mengupdate pengetahuan kita.

b.       Menemukan ide

c.       Merencanakan jenis tulisan

d.       Mengumpulkan bahan tulisan

e.       Bertukar pikiran

f.        Menyusun daftar

g.       Meriset

h.       Membuat Mind Mapping

i.         Menyusun kerangka

2.    Menulis Draf

a.     menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas

b.    tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

3.    Merevisi Draf

a.     merevisi sistematika / struktur tulisan dan penyajian

b.    memeriksa gambaran besar dari naskah

4.    Menyunting Naskah (KBBI dan PUEBI)

a.     ejaan

b.    tata bahasa

c.     diksi

d.    data dan fakta

e.    legalitas dan norma

5.    Menerbitkan

Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.

1.    Pengetahuan yang diperoleh secara formal, nonformal, atau informal;

2.    Keterampilan yang diperoleh secara formal, nonformal, atau informal;

3.    Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini;

4.    Penemuan yang telah didapatkan;

5.    Pemikiran yang telah direnungkan.

Tahap berikutnya membuat kerangka untuk melanjutkan ke proses penulisan.

Berikut ini adalah anatomi buku nonfiksi.

1.         Halaman Judul

2.         Halaman Persembahan (OPSIONAL)

3.         Halaman Daftar Isi

4.         Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)

5.         Halaman Prakata

6.         Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)

7.         Bagian /Bab

8.         Halaman Lampiran (OPSIONAL)

9.         Halaman Glosarium

10.     Halaman Daftar Pustaka

11.     Halaman Indeks

12.     Halaman Tentang Penulis

Berikut ini adalah trending topik yang bisa kita gunakan sebagai bahan tulisan.

Materi Platform Merdeka Mengajar

1.         Merdeka Belajar

2.         Kurikulum Merdeka

3.         Perencanaan Pembelajaran

4.         Asesmen

5.         P5

6.         Profil Pelajar Pancasila

7.         Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid

8.         Perencanaan Untuk Perbaikan Satuan Pendidikan

9.         Rapor Pendidikan Sebagai Sumber Data Perencanaan

10.     Disiplin Positif

Untuk mengetahu suatu topik menarik atau tidak, kita bisa mengecek di Google Trends. Kita juga bisa membandingkan trend antar topik di Google Trends. Silakan menggunakan aplikasi ini sebelum menulis.

Bagaimana menemukan ide buku dengan tema yang up to date dan bisa menyelesaikan dalam waktu singkat sehingga ketika buku terbit maka temanya sudah tidak out of date?

Teman yang update bisa diperoleh dengan banyak membaca, melihat konten-konten atau bisa juga dengan melakukan pengamatan. Jika kita sering melakukan ini, maka naluri penulis akan terasah. Seorang wartawan dengan jam terbang yang tinggi, kualitas tulisannya pasti bagus.

Di mana letak kesulitan ketika membuat buku fiksi dan nonfiksi?

Tidak setiap orang mempunyai keahlian dalam menulis fiksi dan begitu sebaliknya, tidak semua orang bisa menulis buku nonfiksi. Bagi yang tidak memiliki jiwa seni, sulit sekali menuangkan kata-kata yang indah menjadi sebuah cerpen atau novel. Kesulitan yang dialami punrelatif tidak sama.

Dalam buku non fiksi berapa idealnya menyiapkan daftar pustaka sebagai referensi buku kita?

Tidak ada patokan untuk jumlah daftar pustaka untuk sebuah buku nonfiksi, tergantung data yang kita butuhkan. Semakin lengkap data pendukung kita dan dari sumber terpercaya, semakin bagus kualitas tulisan kita.

Baru pertama kali belajar menulis mau dimulai dari mana?

Mulailah dengan menulis, menulis, dan menulis. Kita invetaris dulu, bisa berupa mind map. Setelah itu tinggal mengembangkan. Anggap saja kita berbicara dan diwujudkan dalam bentuk tulisan. Mengalir saja tanpa perlu kesempurnaan.

Dalam menulis buku non fiksi, jika mengutip kutipan dari suatu referensi, apakah ada batasan maksimal kata agar tidak dikategorikan plagiat? Dan apa aplikasi untuk mengecek "keplagiatan" dan bgaimana cara menggunakan aplikasi tersebut?

Aturan dalam pengutipan sangat sederhana sekali, apabila seseorang mengutip dari suatu sumber maka sertakanlah sumber aslinya. Kutipan langsung tidak dapat dilakukan untuk satu halaman penuh. Sebaiknya kutipan langsung berisi beberapa paragraf saja. Dalam mengutip selalu sertakan sumbernya. Aplikasi untuk mengecek level plagiat banyak sekali, salah satunya plagiarisme checker. Kita bisa memasukkan file, dan akan muncul level plagiat. https://www.easybib.com/grammar-and-plagiarism/plagiarism-checker/

Apakah menulis buku semi ilmiah dalam waktu singkat, tanpa didahului riset dapat dijamin validitasnya?

Tulisan nonfiksi adalah tulisan yang berdasarkan data dan fakta. Dalam menggunakan sumber tulisan, kita harus teliti dan cerdas dalam menguji validitasnya. Kita bisa membandingkan berbagai sumber dan menentukan yang terbaik. Tulisan kita adalah tanggung jawab kita.

Berapa banyak refrensi yang harus kita baca untuk bisa menjadi sebuah buku?

Jumlah referensi yang harus kita baca tergantung kebutuhan. Semakin banyak semakin baik, karena tulisan kita semakin berkualitas.

Bila ditengah penulisan buku kita merasa blank atau hilang ide apa yg harus kita lakukan?

Bagaimana cara mengatasi writer's block? Jawabannya kembali ke diri kita sesuai karakteristik kita. Kita bisa jalan-jalan, membaca, atau browsing media sosial. Hal-hal seperti itu akan menstimulus ide kita. Dengan belanja bahan, kita akan mampu menulis.

Sebelum membuat tulisan kita membuat draft terlebih dahulu. Mohon tips membuat draft yang baik.

Sebelum membuat draft, bahan-bahan yang dibutuhkan kita kumpulkan terlebih dahulu. Bahan-bahan itu bisa berupa tulisan, dan hasil diskusi. Setelah itu baru membuat draft. Draft bisa dalam bentuk mind map atau berupa diagram. Semakin rinci draft kita, semakin mudah kita menulis. Draft diibaratkan sebagai kompas yang akan menuntun penulis.

Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang. Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar. Mari kita mulai menulis dan jangan pulang sebelum menang.

Teman-teman blog hebat, demikianlah materi kita di pertemuan ke-14 ini. Tetap semangat dan semoga kita selalu dalam keadaan sehat. Dan jangan lupa selalu bahagia☺️☺️

Tidak ada yang bisa menghalangi orang dari mati, tapi dengan menulis, ia masih memiliki peluang untuk ‘hidup abadi’.

 

Nama                  : Puspitasari Megahana

Kelas                   : KBMN 28

Pertemuan         : ke-14

Tema                   : Konsep Buku Nonfiksi

Hari / Tanggal    : Rabu, 8 Februari 2023

Narasumber      : Musiin, M.Pd.

Moderator         : Yandri Novita Sari, S.Pd.

Selasa, 17 Januari 2023

Menulis Buku dari Karya Ilmiah


”Jangan biarkan mata pena kita mengering menguap tak berarti. Di sinilah kita para satria pena berkomitmen dan konsisten untuk terus berkarya.”

Salah satu tokoh motivational speaker terkenal dari Amerika John Maxwell, menggambarkan passion sebagai “the fuel for will’ atau bahan bakar untuk kemauan. Dalam artian passion mengubah “keharusan” menjadi “kemauan”. Jadi ketika kita sangat menginginkan sesuatu, kita akan menemukan tekad untuk melakukannya dan tidak akan berhenti sampai benar-benar mencapainya.

Inilah komitmen dan konsisten dalam menulis, sama halnya saat kita melakukan suatu analisis, menguji suatu tindak penelitian sehingga terbentuklah laporan dituangkan dalam karya tulis yang kita kenal karya ilmiah.

Namun sayangnya, terkadang karya ilmiah tersebut hanya tersimpan di loker lemari perpustakaan dan terkadang terlupakan. Pertemuan kali ini, kita akan bersama mengubah karya ilmiah kita menjadi sebuah buku. Sesuatu yang berharga sehingga pengalaman kita dalam melakukan penelitian dapat dikenal bahkan dapat bermanfaat banyak bagi orang lain.

Sesuai dengan isi tema kali ini, kita akan menjadikan karya ilmiah menjadi sebuah buku. “Menulis Buku dari Karya Ilmiah” yang akan disampaikan oleh Narasumber kita yang hebat Bapak Eko Daryono, S.Pd. atau akrab disapa Mr. Yons, guru bersahaja yang tergerak dan menggerakkan, serta membawa dampak bagi dirinya serta lingkungan. Selain sebagai pengajar, penulis, juga sebagai narasumber, serta memiliki prestasi yang luar biasa.

Bersama dengan moderator Nur Dwi Yanti, S.Pd. atau biasa disapa Mba NDY, kita intip dulu siapa Narasumber hebat ini melalui tautan:

https://maseko1275.blogspot.com/2021/11/profil.html

Materi yang disampaikan adalah Menulis Buku dari Karya Tulis Ilmiah. Lebih tepatnya Menerbitkan buku dari Karya Tulis Ilmiah.

Tema yang sekilas teoristis dan bikin pusing mengingat tidak ada standarisasi konversi KTI menjadi buku. Namun demikian, dari berbagai pengalaman yang telah disampaikan oleh para Widyaiswara, Peneliti LIPI, Pakar Menulis akhirnya mengerucut pada standar isi buku. Meski demikian, standar tersebut sifatnya tetap fleksibel. Beda penulis kadang beda persepsi.

Apa KTI itu? KTI dalam Peraturan Kepala LIPI Nomor 2, Tahun 2014 tulisan hasil litbang dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah.

Apa sajakah yang termasuk KTI?

Secara umum KTI ada dua yaitu KTI Nonbuku dan KTI Buku.

1.   KTI Nonbuku antara lain:

o  KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar: tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi.

o  KTI hasil penelitian: PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal.

o  KTI berupa ulasan atau resensi.

2.   KTI Buku:

o  Buku Bahan Ajar: diktat, modul, buku ajar, buku referensi.

o  Buku Pengayaan: monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan.

o  Buku kompilasi: bunga rampai, prosiding.

Ternyata tidak semua KTI itu berupa buku. Memang secara wujud, PTK, PTS, Tugas Akhir, skripsi, tesis, desertasi itu berupa buku, tetapi bukan buku. Lebih tepatnya adalah laporan hasil penelitian dan sifat publikasinya pun terbatas.

Apa sih perbedaan laporan KTI dan KTI yang dikonversi menjadi buku?

Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya. Karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI.

Secara sistematika, tentunya gaya penulisan KTI dengan penulisan buku tentu berbeda. Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. Misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab.

Secara Bahasa, meski sama-sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga Bahasa dalam bukunya lebih luwes, bersifat lugas dan tidak lagi mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat, penulis.

Bagaimana cara mengkonversi KTI menjadi buku?

1.   Memodifikasi Judul

Judul KTI umumnya mengandung unsur: variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu). Judul buku hasil konversi seperti judul buku-buku yang punya daya tarik dan daya jual harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.

2.   Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan

KTI Nonbuku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku. Pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah.

Modifikasi Bab I

Bab I yang biasanya PENDAHULUAN boleh tetap dipertahankan judulnya dengan PENDAHULUAN, boleh PEMBUKA atau kata lain yang menggambarkan kemenarikan buku. Adapun secara struktur, tidak diperlukan lagi sub bab - sub bab seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat dalam bentuk angka-angka. Fokusnya lebih mengeksplor latar belakang.

Modifikasi Bab II

Susunan bab dan sub bab diubah dalam gaya penulisan buku sehingga menjadi beberapa bab.

Modifikasi Bab III

Substansi bab 3 sebenarnya lebih terfokus pada metode, teknik pengumpulan data (instrumen) serta analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah tindakannya

Ada beberapa alternatif yang dapat diterapkan. Benar-benar menghilangkan bab III, menginclude bab 3 di bab 2 atau menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan.

Menghilangkan bab 3 maksudnya keseluruhan isi bab 3 dihilangkan, sebab bunyi bab 3 sebenarnya bisa dicermati dari isi pembahasannya.

Menginclude bab 3 di bab 2 maksudnya konsep pokok terpenting dari bab 3 digabung dalam bab 3.

Menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan maksudnya menyampaikan substansi isi bab 3 sebagai awal pembahasan. Namun narasi tersebut butuh kehati-hatian. Jika untuk kepentingan kenaikan pangkat bagi guru ASN, maka narasi tersebut perlu dipertimbangkan untuk dicantumkan

Modifikasi Bab IV

Bagian ini sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, tetapi disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan sebagai judul Bab IV.

Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.

Modifikasi Bab V

Pada laporan hasil penelitian, bab V biasanya diberi judul PENUTUP. Judul tersebut dapat dipertahankan. Hanya saja, isi bab tidak hanya simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait dengan hasil penelitian.

Modifikasi Lampiran

Lampiran yang disertakan hanyalah instrument penelitian atau data matang yang mendukung, bukan data-data mentah.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mengkonversi KTI menjadi buku?

Pertama, keaslian laporan hasil penelitian. Tindakan Plagiat tidak dibenarkan terlebih karya seperti PTK kadang tidak dicek keasliannya. Namun saat diterbitkan jadi buku, maka penulis harus yakin betul bahwa karya yang akan diterbitkan memang oroginal punya penulis sendiri. Kalau karya seperti skripsi, tesis apalagi desertasi akan langsung ketahuan jika plagiat karena sudah ada generate machine untuk pengecekannya.

Kedua, menghindari kompilasi yang terlalu banyak. Include saja pendapat pada ahli yang mendukung substansi ini, sisanya mengembangkan dengan analisis dari sudut pandang penulis. Mengapa demikian? Saat penulis menerbitkan buku dari hasil KTI-nya, secara otomatis dia sedang menyuguhkan bahan pustaka kepada pembaca. Kegiatan sekedar meng-copas pendapat asli para pakar perlu dihindari dengan mengubah gaya penulisan kutipan.

Ketiga, memilah dan memilih data yang dipublikasikan. Data matang saja yang disajikan agar buku berbobot dan tidak bombastis.

Keempat, modifikasi bahasa buku. Hindari pemakaian penanda transisi menurut hal itu sesuai dengan pendapat lebih lanjut si A menyatakan berdasarkan hal tersebut. Termasuk menyebutkan kata penelitian ini, peneliti, bahkan penulis.

Kelima, hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Keenam, wajib menuliskan semua Daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.

Ketujuh, memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB.

 

Nama                      : Puspitasari Megahana

Kelas                      : KBMN 28

Tema / Pertemuan  : Menulis Buku dari Karya Ilmiah / 4 (empat)

Moderator               : Nur Dwi Yanti, S.Pd.

Narasumber            : Eko Daryono, S.Pd.

 

Usaha Penerbitan Buku

  Resume ke.        : 30 Gelombang        : 28 Hari, tgl.             : Jumat, 17 Maret 2023 Tema.                  : Usaha Penerbitan...